Langsung ke konten utama

Pilkada 2018, Kapolres Mappi Kunjungi Panwaslu dan Harap Tercipta Sinergitas Yang Terbaik

TNI-Polri Kejar OPM di Papua

JAYAPURA, KOMPAS.com – Kepala Kepolisian Daerah Papua, Brigjen Pol Yotje Mende bersama Panglima Komando Daerah Militer XVII Cenderawasih, Mayor Jenderal TNI Christian Zebua mengatakan, pihaknya mengejar pelaku tindak kekerasan di Kabupaten Lanny Jaya. Kempok ini diduga terkait Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Ditemui usai mengadakan rapat tertutup yang dihadiri Bupati Kabupaten Lanny Jaya, Befa Yigibalom, Brigjen Pol Yotje menegaskan, operasi yang akan digelar bersama TNI bertujuan untuk mengayomi masyarakat Lanny Jaya dari ancaman kelompok kriminal bersenjata.

“Gerakan mereka sudah sangat sadis, bahkan kepada saudara sendiri pun. Karena itu, kami akan melakukan kegiatan ini untuk kepentingan masyarakat dan bukan untuk kepentingan Kepolisian. Walaupun kami yang menjadi korban, namun itu sudah menjadi tugas kami,” ungkap Yotje di Makodam Cenderawasih, Rabu (30/7/2014) sore.
Guna mendukung operasi itu, Polda Papua sudah mengirim tambahan personil Brimob sebanyak 1 SSK Rabu pagi. Pasukan ini nantinya akan bergabung dengan 2 SST Brimob yang lebih dulu sudah ditempatkan di Lanny Jaya bersama bantuan TNI dari Yonif 756 Wamena.
Dijelaskan Yotje, operasi tersebut akan fokus untuk melakukan pencarian dan berupaya menangkap Puron Wenda dan Enden Wanimbo beserta pengikutnya yang sering melakukan penyerangan kepada aparat dan warga sipil.
Sementara itu, Mayjen Christian mengatakan, pihaknya sudah menyepakati untuk membantu polisi menindak tegas pelaku tindak kriminal bersenjata yang Senin lalu telah menewaskan dua anggota polisi.
“Tugas TNI untuk membantu Polri memberikan kenyamanan kepada masyarakat dan menegakkan hukum di negeri tercinta ini. Kami akan tindak tegas dan keras, kepada kelompok yang melakukan tindak kejahatan,” tegas Christian.
Seperti diwartakan, akibat serangan itu, dua dari delapan anggota Kepolisian Resor Lanny Jaya tewas dan dua lainnya luka-luka.
Dua polisi yang tewas adalah Brigadir Dua Zulkifly Putra dan Brigadir Dua Yoga Ginugi. Zulkifly tertembak di kepala dan Yoga di perut. Sementara dua polisi yang terluka adalah Brigadir Dua Alex Numberi dan Brigadir Satu Heskia Bonyadone.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Kebangsaan West Papua, Hai tanah ku Papua (lirik)

Oleh: Moses Douw Hai tanah ku Papua, Kau tanah lahirku, Ku kasih akan dikau sehingga ajalku. Kukasih pasir putih Dipantaimu senang Dimana Lautan biru Berkilat dalam terang. Kukasih gunung-gunung Besar mulialah Dan awan yang melayang Keliling puncaknja. Kukasih dikau tanah Yang dengan buahmu Membayar kerajinan Dan pekerjaanku. Kukasih bunyi ombak Yang pukul pantaimu Nyanyian yang selalu Senangkan hatiku. Kukasih hutan-hutan Selimut tanahku Kusuka mengembara Dibawah naungmu. Syukur bagimu, Tuhan, Kau berikan tanahku Beri aku rajin djuga Sampaikan maksudMu. watching here   source: http://phaul-heger.blogspot.com/2012/02/lagu-kebangsaan-hai-tanahku-papua.html

Mob Papua : Nene vs Cucu

Nene dan cucu laki-laki duduk cerita-cerita : Cucu :  " Nene katanya laki dan perermpuan itu tdk boleh tidur sama-sama ka ? Nene : "  Iyo...to Bahaya skali Cucu  : " kenapa jadi ? Nene :" Karena dilarang agama kecuali dong 2 su nikah, nti kalu hamil bagaimana ? Cucu : " Oh..klu bapak dan mama tidak apa2...ee........klu begitu sya sekarang malas tidur lagi dengan nene. Nene : " Bah...knapa jdi ko sudah tdk mau tidur lagi dengan nene ? Cucu : " malas saja to....!!......nanti  nene ko hamil lagi........... hahahah...dilarang senyum2.../////????????.

Dilema Seorang Wanita Papua: Antara Garuda atau Cenderawasih

“Melelahkan”, itu kata yang saya ucapkan ketika seorang teman kampus saya bertanya pendapat saya tentang konflik di Papua. Pertanyaan tersebut saya pikir wajar terucap melihat tersebarnya berita kembali beraksinya OPM, atau yang selalu dibahasakan sebagai “Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)” yang dianggap merongrong kedaulatan Indonesia di Papua, dan ketika ada wanita Papua berada di jantung wilayah Indonesia, yaitu di Pulau Jawa, maka pertanyaan-pertanyaan mungkin akan muncul. Apakah di hati saya “merah-putih” atau “bintang kejora”? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Apakah saya merayakan 17 Agustus atau 1 Desember? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Memang tidak ada pertanyaan eksplisit mengenai hal tersebut, tapi pertanyaan-pertanyaan “menjurus” untuk mengetahui apa pilihan saya dalam konflik di Papua pernah dilontarkan beberapa teman saya. “Kau beruntung tidak lahir di daerah konflik” kata saya dalam hati bila ada pertanyaan yang “menjurus” ters...