Langsung ke konten utama

Pilkada 2018, Kapolres Mappi Kunjungi Panwaslu dan Harap Tercipta Sinergitas Yang Terbaik

Polisi Berhasil Merampas Kembali Senjata Yang di Rampas Pelaku Kriminal Youtefa Abepura


Jayapura (21/7) – Kepolisian Jayapura berhasil merampas kembali senpi (senjata api) jenis laras panjang di Abe Gunung BTN Puskopad Atas, hari sabtu 18 Juli 2014.

Beberapa minggu yang lalu tepatnya pada hari rabu tanggal 02 Juli 2014, telah terjadi tindakan kriminal yang menewaskan 1 orang anggota yang dilakukan oleh para pemain judi daerah pasar Youtefa Abepura. Secara lebih lengkapnya bisa dilihat pada berita hari tersebut di link http://isupapua.blogspot.com.

Para pelaku kriminal yang kerap meresahkan kegiatan masyarakat setempat tersebut, selain berhasil membunuh 1 orang anggota polisi dan membuat 1 orang anggota polisi lainnya luka parah, mereka telah merampas satu jenis senjata api milik korban jenis laras panjang SS1.
Pencarian para pelaku dan senjata yang dirampas yang dilakukan sejak kejadian, ternyata membuahkan hasil pada tanggal 19 Juli 2014 dini hari. Polisi berhasil menemukan dan merampas kembali senjata jenis V2 nomor 99.001316 yang mereka ambil.

Kronologi kejadian berawal dari informasi adanya orang berinisial SNJ yang mengetahui informasi mengenai keberadaan senjata tersebut. Pada hari Jumat 18 Juli 2014 Polisi melakukan penyamaran untuk menemui orang tersebut di Koya Distrik Muara Tami dan berhasil menangkapnya berserta satu orang temannya berinisial SOJ.

Introgerasipun dilakukan dan membuahkan informasi baru bahwa yang mengetahui keberadaan senjata adalah MKT dan MUT. Segera setelah itu Polisi melakukan pengintaian tehadap MKT dan berhasil menangkapnya yang pada waktu itu ia bersama temannya SK yang ditangkap juga. Selanjutnya mereka diinterogerasi dan membuahkan hasil bahwa yang paling tahu keberadaan senjata adalah EW.

Berdasarkan informasi tersebut, keesokan harinya sekitar pukul 01.00 WIT Polisi berhasil menggerebek EW. Sekitar pukul 03.30 WIT dengan di Pandu oleh EW, Polisi berhasil mengambil kembali senjata tersebut yang dikubur di daerah Abe Gunung Puskopad Atas.

Keberhasilan polisi tersebut selain mengambil kembali senpi juga berhasil menangkap 6 orang terkait, merampas 6 buah parang, 2 buah kapak, 1 buah tas ransel, 1 bilah badik milik masuk tabuni dan 1 unit HP milik MKT. (Issupapua)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Kebangsaan West Papua, Hai tanah ku Papua (lirik)

Oleh: Moses Douw Hai tanah ku Papua, Kau tanah lahirku, Ku kasih akan dikau sehingga ajalku. Kukasih pasir putih Dipantaimu senang Dimana Lautan biru Berkilat dalam terang. Kukasih gunung-gunung Besar mulialah Dan awan yang melayang Keliling puncaknja. Kukasih dikau tanah Yang dengan buahmu Membayar kerajinan Dan pekerjaanku. Kukasih bunyi ombak Yang pukul pantaimu Nyanyian yang selalu Senangkan hatiku. Kukasih hutan-hutan Selimut tanahku Kusuka mengembara Dibawah naungmu. Syukur bagimu, Tuhan, Kau berikan tanahku Beri aku rajin djuga Sampaikan maksudMu. watching here   source: http://phaul-heger.blogspot.com/2012/02/lagu-kebangsaan-hai-tanahku-papua.html

YANG DITINGGALKAN MANUSIA

Robi dan Kaleb dong dua sama-sama kelas 4 SD. Begini dong baru dapat pelajaran Bahasa Indonesia tenntang peribahasa. Waktu pulang sekolah, dong dua main tebak-tebakan pake peribahasa. Robi  : "Kaleb, ko tau kah tidak arti dari peribahasa ini ?" Kaleb : "Peribahasa apa...?" Robi : "Kalo gajah mati meninggalkan apa ?" Kaleb : "Gading too.." Robi : "Kalo Harimau mati, meninggalkan apa ?" Kaleb : "Pasti meninggalkan... belang," Robi : "Trus kalau manusia, mati meninggalkan apa?" Kaleb : "Pasti... meninggalkan nama too!" Robi : "Salah....!!" Kaleb : "Trus.. dia pu jawaban, apa?" Robi : "Kalo manusia mati... pasti meninggalkan dia pu bapa, mama, kakak, om, tante, bapade, mamade, bapatua, mama tu, nene, tete..."

Ini Perusahaan Tiongkok yang Ingin Bangun Smelter Papua

Jakarta — Papua Center : Sebuah perusahaan Tiongkok disebut ingin membangun pabrik pengolahan dan pemurnian alias smelter tembaga di Papua. Nama perusahaan itu disebut Non-Ferrous China Company (NFC). Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, R. Sukhyar mengatakan Non-Ferrous China Company (NFC) adalah investor yang bakal digandeng pemerintah daerah Mimika, Papua, untuk membangun smelter tersebut. Tapi Sukhyar menegaskan, jika NFC ingin terlibat dalam proyek smelter, perusahaan Tiongkok itu harus memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi Khusus. “Jadi kewenangannya ada di bawah kementerian ESDM. Yang pasti mereka bukan IUI (Izin Usaha Industri),” ujar Sukhyar di Jakarta, Senin (2/3/2015). Sukhyar menerangkan, proyek smelter tembaga di Papua akan memiliki kapasitas daya serap konsentrat 900 ribu ton per tahun.  Rencananya, pasokan konsentratnya sendiri berasal dari hasil pertambangan yang dilakukan PT Freeport Indonesia di daerah Mimika. ...