Langsung ke konten utama

Pilkada 2018, Kapolres Mappi Kunjungi Panwaslu dan Harap Tercipta Sinergitas Yang Terbaik

Pangdam XVII Cenderawasih Bantah Anggotanya Ditembak

Personel TNI berjaga-jaga di Puncak Jaya, Papua. Foto: Cenderawasih Pos/JPNN.com
Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Christian Zebua membantah ada anggota TNI tertembak kelompok bersenjata di Pos Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, Papua.
"Tidak ada anggota TNI yang tertembak di Tingginambut," tegas Mayjen TNI Zebua di Jayapura, Rabu (30/7) dikutip dari Antara.

Dia mengatakan, insiden yang terjadi di Tingginambut, Senin (28/7) semata-mata murni kesalahan anggota. Kata Mayjen TNI Zebua, anggotanya sempat mencurigai ada pergerakan kelompok sipil bersenjata sehingga menyiapkan peralatan pelontar granat. Ternyata alat tersebut mengalami gangguan sehingga granat meledak tak jauh dari tiga anggota TNI.

"Jadi, tidak benar anggota yang saat ini sudah dievakuasi dan mendapat perawatan di RS Tentara Marthen Indey ditembak kelompok bersenjata," tegas Mayjen TNI Zebua.

Menurut Pangdam, kondisi ketiga anggota TNI itu stabil dan pihaknya berharap dapat segera sembuh. Ketiganya adalah Prada Firman dari Yonif 751/R luka di bagian pelipis kiri, Praka Agus dari Yonif 751/R terluka di perut dan Serda Dedi Hartanto dari satuan perbantuan yang cedera di bagian dada kanan.

Untuk menghindari terulangnya insiden serupa, lanjutnya, pihaknya sudah memerintahkan agar senjata yang ada senantiasa dicek sehingga tidak macet saat digunakan. Selain itu, anggota yang bertugas senantiasa diingatkan untuk waspada karena kelompok bersenjata senantiasa menganggu saat lengah. (ald/rmo/jpnn)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Kebangsaan West Papua, Hai tanah ku Papua (lirik)

Oleh: Moses Douw Hai tanah ku Papua, Kau tanah lahirku, Ku kasih akan dikau sehingga ajalku. Kukasih pasir putih Dipantaimu senang Dimana Lautan biru Berkilat dalam terang. Kukasih gunung-gunung Besar mulialah Dan awan yang melayang Keliling puncaknja. Kukasih dikau tanah Yang dengan buahmu Membayar kerajinan Dan pekerjaanku. Kukasih bunyi ombak Yang pukul pantaimu Nyanyian yang selalu Senangkan hatiku. Kukasih hutan-hutan Selimut tanahku Kusuka mengembara Dibawah naungmu. Syukur bagimu, Tuhan, Kau berikan tanahku Beri aku rajin djuga Sampaikan maksudMu. watching here   source: http://phaul-heger.blogspot.com/2012/02/lagu-kebangsaan-hai-tanahku-papua.html

Polisi Laksanakan Olah Tkp Kebakaran di kampung Kadun Jaya

Bertempat di kampung Kadun Jaya km 10 Distrik Wania telah dilaksanakan kegiatan olah TKP oleh tim Identifikasi Sat Reskrim Polres Mimika yang dipimpin langsung oleh Kanit I Pidum Ipda Bobby Wirawan bersama 12 gabungan Polres dan Polsek Mimika Timur.  Jumat,  (12/01/2018) Sore. Adapun maksud dan tujuan dilaksanakan kegiatan olah TKP pada lokasi kebakaran guna mengumpulkan bahan keterangan di lapangan untuk mengetahui titik awal permasalahan yang terjadi sebagai bahan dalam memenuhi unsur proses penyidikan yang berjalan. Dalam  olah TKP di lokasi kejadian berhasil di amankan barang bukti berupa seng kropos, kabel charge HP plus rangka HP dan PCB HP yang diduga sebagai titik awal terjadinya kebakaran dan selanjutnya akan digunakan sebagai bahan penyidikan dalam proses hukum lebih lanjut. “Kejadian berawal dari Pelapor bernyayi di wisma Mekar Jaya 1 bersama temanya dan tiba-tiba mencium bau asap dari kamar wisma Mekar Jaya 1 selanjutnya pelapor berteriak kebakaran dengan maks...

Jayapura Sediakan Kapal Wisata Bagi Para Wisawatan Lokal dan Mancanegara

Papuacenter – Untuk memperkenalkan keindahan ibu kota Provinsi Papua kepada para wisatawan lokal dan luar negeri, Dinas Perhubungan melakukan pengadaan fasilitas kapal yang diperuntukkan bagi wisatawan untuk melihat keindahan panorama ibu kota Provinsi Papua yakni Jayapura melalui jalur laut. Hal itu dikatakan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Bernard Fingkrew, Rabu (11/1). Dia menjelaskan bahwa kapal itu merupakan hasil pengadaan Dinas Perhubungan zaman Wali Kota Benhur Tomi Mano (BTM), yang saat ini dikelola oleh Dinas Pariwisata. “Kapal tersebut bisa menampung 30-60 penumpang. Kapal ini diperuntukan untuk wisatawan domestik dan dari luar negeri,” Ucapnya. Sebagai kegiatan tur perdana, kapal ini digunakan oleh Muspida dan para ondoafi (tetua adat) untuk mengelilingi Teluk Youtefa, Teluk Humbold dan Teluk Hamadi. “Mereka akan gunakan kapal untuk mengecek rute-rute perjalanan kapal. Karena belum ada spot-spot persinggahannya,” Ujar Bernard. Selain itu, lanjut Bernard, Kapal i...