Langsung ke konten utama

Pilkada 2018, Kapolres Mappi Kunjungi Panwaslu dan Harap Tercipta Sinergitas Yang Terbaik

Hari Demokrasi Telah Tiba

Tak terasa, 09 Juli 2014 hari yang ditunggu-tunggu kita semua untuk turut serta menentukan siapa calon pemimpin kita ke depan, kini telah tiba saatnya. Hari ini, seluruh warga masyarakat bangsa Indonesia dari Sabang hingga Merauke, dari rakyat kecil hingga Presiden, turun tangan bersama-sama mensukseskan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia periode 2014-2019.

Siapa pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden yang akan terpilih ? No.1 atau No.2 ? Silahkan bagi kita yang mempunyai hak pilih untuk menentukan pilihan masing-masing dan tidak menyia-nyiakannya. Hasilnya, nanti kita lihat bersama-sama dalam hasil perhitungan. Yang terpenting, siapapun Presiden yang akan terpilih nantinya, kita masih tetap sama-sama warga Indonesia, masih sama-sama diperlukan oleh Negara dan Presiden kita nantinya untuk sama-sama membangun bangsa Indonesia yang kita cintai ini agar semakin makmur dan sejahtera.

Tidak ada pemimpin tanpa yang dipimpin, tidak ada yang dipimpin tanpa pemimpin. Indonesia akan makmur bila pemimpin dan yang dipimpin mampu berkerja sama. Pemimpin harus mampu melaksanakan amanatnya mengemban aspirasi rakyat, begitupun dengan rakyat harus setia dan percaya terhadap apa-apa yang menjadi kebijakan pemimpin. Indonesia akan menjadi hebat dengan presiden dan rakyat yang hebat.

Memaknai apa yang kita laksanakan hari ini, bukanlah dengan harus terpilihnya calon Presiden pilihan kita. Kita hidup dalam bangsa yang majemuk, berjuta-juta rakyat mempunyai hak pilih yang sama dengan kita. Apabila yang terpilih nantinya sesuai dengan pilihan kita, kita berdo’a dan mendukungnya bersama-sama semoga beliau benar-benar menjadi pilihan yang terbaik. Namun apabila yang yang terpilih nantinya tidak sesuai dengan pilihan kita, kita juga tetap berdo’a dan mendukungnya bersama-sama semoga beliau menjadi pilihan yang terbaik. Jadi, siapapun yang terpilih nantinya, tentu pada akhirnya Beliaulah pilihan kita pada akhirnya. Beliaulah yang akan membawa aspirasi kita semua dalam program 5 tahun ke depan.


Selamat memilih bagi yang mempunyai hak pilih. Kita tunggu bersama-sama hasilnya. (Baim).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Kebangsaan West Papua, Hai tanah ku Papua (lirik)

Oleh: Moses Douw Hai tanah ku Papua, Kau tanah lahirku, Ku kasih akan dikau sehingga ajalku. Kukasih pasir putih Dipantaimu senang Dimana Lautan biru Berkilat dalam terang. Kukasih gunung-gunung Besar mulialah Dan awan yang melayang Keliling puncaknja. Kukasih dikau tanah Yang dengan buahmu Membayar kerajinan Dan pekerjaanku. Kukasih bunyi ombak Yang pukul pantaimu Nyanyian yang selalu Senangkan hatiku. Kukasih hutan-hutan Selimut tanahku Kusuka mengembara Dibawah naungmu. Syukur bagimu, Tuhan, Kau berikan tanahku Beri aku rajin djuga Sampaikan maksudMu. watching here   source: http://phaul-heger.blogspot.com/2012/02/lagu-kebangsaan-hai-tanahku-papua.html

YANG DITINGGALKAN MANUSIA

Robi dan Kaleb dong dua sama-sama kelas 4 SD. Begini dong baru dapat pelajaran Bahasa Indonesia tenntang peribahasa. Waktu pulang sekolah, dong dua main tebak-tebakan pake peribahasa. Robi  : "Kaleb, ko tau kah tidak arti dari peribahasa ini ?" Kaleb : "Peribahasa apa...?" Robi : "Kalo gajah mati meninggalkan apa ?" Kaleb : "Gading too.." Robi : "Kalo Harimau mati, meninggalkan apa ?" Kaleb : "Pasti meninggalkan... belang," Robi : "Trus kalau manusia, mati meninggalkan apa?" Kaleb : "Pasti... meninggalkan nama too!" Robi : "Salah....!!" Kaleb : "Trus.. dia pu jawaban, apa?" Robi : "Kalo manusia mati... pasti meninggalkan dia pu bapa, mama, kakak, om, tante, bapade, mamade, bapatua, mama tu, nene, tete..."

Ini Perusahaan Tiongkok yang Ingin Bangun Smelter Papua

Jakarta — Papua Center : Sebuah perusahaan Tiongkok disebut ingin membangun pabrik pengolahan dan pemurnian alias smelter tembaga di Papua. Nama perusahaan itu disebut Non-Ferrous China Company (NFC). Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, R. Sukhyar mengatakan Non-Ferrous China Company (NFC) adalah investor yang bakal digandeng pemerintah daerah Mimika, Papua, untuk membangun smelter tersebut. Tapi Sukhyar menegaskan, jika NFC ingin terlibat dalam proyek smelter, perusahaan Tiongkok itu harus memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi Khusus. “Jadi kewenangannya ada di bawah kementerian ESDM. Yang pasti mereka bukan IUI (Izin Usaha Industri),” ujar Sukhyar di Jakarta, Senin (2/3/2015). Sukhyar menerangkan, proyek smelter tembaga di Papua akan memiliki kapasitas daya serap konsentrat 900 ribu ton per tahun.  Rencananya, pasokan konsentratnya sendiri berasal dari hasil pertambangan yang dilakukan PT Freeport Indonesia di daerah Mimika. ...