Langsung ke konten utama

Pilkada 2018, Kapolres Mappi Kunjungi Panwaslu dan Harap Tercipta Sinergitas Yang Terbaik

Jalan Tanpa Alas Kaki di DAIWATIYA, AGADIDE, PANIAI, PAPUA



OLEH: MOSES DOUW 
 Semenjak duduk dibangku SD (sekolah dasar) ada sejarah yang dicacat. Ketika SD kelas 4-6 ibuku selalu mengajak saya untuk pergi ke sekolah dengan tidak mengenakan alas kaki. Setiap pagi aku dibangunkan oleh orang tuaku terutama ibuku yang selalu mendampingi hidupku dari kecil hingga sekarang. Saat bangun terdengar kicau burung nuri.
Akupun segar bangkit karena terlalu senang mendengar kicau burung nuri. Sebelum aku meninggalkan tempat tidurku, aku selalu berdoa untuk hidupku dan hidup keluargaku sendiri. Adapun, ajakan dari teman untuk ke sekolah biasanya pada pukul 05.15. Kami harus menempuh 4 kilometer dalam 1 jam.
Kami tidak menggunakan alas kaki. Di tengah jalan begitu banyak halangan yang kami selalu hadapi. Misalnya, pecek, lumpur, banjir, hujan dan lain-lain. Meskipun, begitu banyak halangan yang menghadang kami di tengah jalan, kami selalu berjuang untuk hadir di sekolah.
Kami tetap hadir di sekolah kami kecuali saat banjir. Disamping itu, bila ada perahu jonson yang bisa menghantar kami,   kami naik perahu jongson. Kadang aku tidak ke sekolah ketika banjir terlalu besar dan begitu deras.
Di sekolahku pasti mereka dikasih izin ketika banjir terlalu besar dan terlalu deras kecuali, banjir kecil-kecilan seperti, kali kecil yang bermuarah di kali induk yang besar yang selalu banjir. Nama kali besar tersebut adalah Kali Aga.
Karena burung-burung juga menyambut hari yang baru, burung juga selalu mencari makan di pohon-pohon yang ditepi jalan. Kadang kami bawa kartapel dan senapan untuk menembak burung di tengah jalan.
Biasanya kami selalu mendapatkan uang hasil buruan di tengah jalan menuju ke sekolah. Burung-burung yang terdapat disana beraneka ragam, mulai dari cendrawasih hingga pipit dan nuri kecil.
Nama SD-ku yaitu SD YPPK Komopa, Agadide, Paniai, Papua. Kami kadang dihukum oleh guruku karena terlambat. Karena kami selalu terlambat Kepala Distrik Kab. Paniai, Papua memberikan bantuan berupa alas kaki sbb, sepatu lumpur, sepatu sekolah dan sandal. Bantuan ini di beri proposal oleh kepala sekolah kami. Bantuan yang diberikan itu juga kami menggunakan dalam beberapa bulan saja. Di karenakan, barang tersebut hilang dan robek dan putus tali sendalnya.
Meskipun begitu banyak hambatan aku tetap ke sekolah guna mencapai cita-citaku dan saya lulus dari SD YPPK Komopa Kab. Paniai,Papua.
THE END

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Kebangsaan West Papua, Hai tanah ku Papua (lirik)

Oleh: Moses Douw Hai tanah ku Papua, Kau tanah lahirku, Ku kasih akan dikau sehingga ajalku. Kukasih pasir putih Dipantaimu senang Dimana Lautan biru Berkilat dalam terang. Kukasih gunung-gunung Besar mulialah Dan awan yang melayang Keliling puncaknja. Kukasih dikau tanah Yang dengan buahmu Membayar kerajinan Dan pekerjaanku. Kukasih bunyi ombak Yang pukul pantaimu Nyanyian yang selalu Senangkan hatiku. Kukasih hutan-hutan Selimut tanahku Kusuka mengembara Dibawah naungmu. Syukur bagimu, Tuhan, Kau berikan tanahku Beri aku rajin djuga Sampaikan maksudMu. watching here   source: http://phaul-heger.blogspot.com/2012/02/lagu-kebangsaan-hai-tanahku-papua.html

Jayapura Sediakan Kapal Wisata Bagi Para Wisawatan Lokal dan Mancanegara

Papuacenter – Untuk memperkenalkan keindahan ibu kota Provinsi Papua kepada para wisatawan lokal dan luar negeri, Dinas Perhubungan melakukan pengadaan fasilitas kapal yang diperuntukkan bagi wisatawan untuk melihat keindahan panorama ibu kota Provinsi Papua yakni Jayapura melalui jalur laut. Hal itu dikatakan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Bernard Fingkrew, Rabu (11/1). Dia menjelaskan bahwa kapal itu merupakan hasil pengadaan Dinas Perhubungan zaman Wali Kota Benhur Tomi Mano (BTM), yang saat ini dikelola oleh Dinas Pariwisata. “Kapal tersebut bisa menampung 30-60 penumpang. Kapal ini diperuntukan untuk wisatawan domestik dan dari luar negeri,” Ucapnya. Sebagai kegiatan tur perdana, kapal ini digunakan oleh Muspida dan para ondoafi (tetua adat) untuk mengelilingi Teluk Youtefa, Teluk Humbold dan Teluk Hamadi. “Mereka akan gunakan kapal untuk mengecek rute-rute perjalanan kapal. Karena belum ada spot-spot persinggahannya,” Ujar Bernard. Selain itu, lanjut Bernard, Kapal i...

Penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Pemilukada Tahun 2018

Pacenews.id. - Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Boy Rafli Amar, MH menghadiri acara penanda tanganan naskah perjanjian hibah daerah antara Gubernur Papua dengan KPU Provinsi, Bawaslu Provinsi dan Polda Papua dalam rangka Pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tahun 2018 di Aula Sasana Krida Kantor Gubernur Provinsi Papua, Rabu (27/09/2017). Dalam sambutannya Gubernur Papua mengatakan ini adalah tahapan penting pelaksanan Pilgub dan wagub 2017-2018 yang kita sudah mulai dan ini adalah agenda kenegaraan, agenda yang harus diselesaikan dalam rangka penyerahan hibah daerah kepada pelaksana pilkada, kepada KPU Provinsi, Bawaslu Provinsi dan Polda Papua serta Kodam XVII Cenderawasih yang akan backup dalam pelaksanaan pilkada. “Saya sampaikan apresiasi dan penghargaan yg tinggi kepada semua pihak yang telah bekerja keras dan mendorong proses pembahasan anggaran di tingkat daerah dan pusat, tentu hal ini menunjukkan tanggung jawab pemerintah daerah terhadap pelaksanaan pilkada sesuai amat pa...