Langsung ke konten utama

Pilkada 2018, Kapolres Mappi Kunjungi Panwaslu dan Harap Tercipta Sinergitas Yang Terbaik

7 Pesepakbola yang Digaji Terlalu Tinggi


Triliunan Rupiah dihabiskan klub-klub di dunia untuk menggaji pesepakbola. Namun, ada sejumlah pesepakbola yang dianggap tidak pantas mendapat gaji tinggi. Siapa sajakah pemain tersebut?Berikut ini adalah 7 pesepakbola yang dianggap mendapat gaji terlalu tinggi seperti dikutip dari bolahore.com

1. Samuel Eto’o

Striker timnas Kamerun ini pernah mendapat gaji US$31,2 juta (setara Rp368 miliar) per tahun saat masih memperkuat klub Rusia, Anzhi Makhachkala. Namun, setelah 2 tahun memperkuat Anzhi, pemilik klub Suleiman Kerimov memutuskan untuk menurunkan gaji Eto’o.Kerimov sepertinya melihat kontribusi Eto’o selama 2 musim tidak signifikan dan Anzhi gagal meraih gelar satu pun. Pada Agustus 2013, Anzhi memutuskan untuk menjual Eto’o ke Chelsea. Di Stamford Bridge, gaji mantan pemain Stamford Bridge itu menurun drastis hingga lebih dari setengahnya menjadi US$10,5 juta (setara Rp123 miliar) per tahun.

2. Fernando Torres

El Nino mendapat gaji US$24 juta (setara Rp283 miliar) per tahun di Chelsea. Namun, permainan El Nino hingga kini masih jauh dari harapan Chelsea sejak dibeli dengan rekor transfer Premier League £50 juta (setara Rp982 miliar) pada 2011.Chelsea memang merebut satu gelar Liga Champions, Liga Europa dan Piala FA dengan Torres berada di skuad mereka. Tapi, pemain timnas Spanyol itu tidak terlalu memegang peran penting. Dengan Jose Mourinho sedang membidik striker anyar musim depan, Torres kemungkinan besar harus menerima gaji lebih kecil jika ada klub yang menginginkannya.

3. Dario Conca

Conca merupakan Pemain Terbaik Liga Brasil 2010 bersama Fluminense sebelum akhirnya bergabung dengan klub China, Guangzhou Evergrande, pada 2011. Di Evergrande, pemain asal Argentina itu mendapatkan gaji US$13,78 juta (setara Rp162 miliar) per tahun.Angka gaji tersebut cukup luar biasa untuk ukuran pemain yang namanya tidak pernah terdengar di luar kawasan Amerika Selatan. Bahkan, gelandang 30 tahun itu tidak pernah memperkuat timnas Argentina di level senior. Conca pernah tercatat sebagai pemain dengan gaji tertinggi ketiga di dunia, setelah Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.

4. Emmanuel Adebayor

Adebayor hanyalah pemanis bangku cadangan ketika Andre Villas-Boas masih menjadi manajer di Tottenham Hotspur. Padahal, pemain asal Togo itu mendapat gaji hingga US$13,6 juta (setara Rp160 miliar).
Beruntung, manajer Tim Sherwood kembali memberi Adebayor kepercayaan, hingga Tottenham tidak sia-sia membayar mahal mantan pemain Arsenal dan Manchester City itu.

5. Stephen Ireland

Stephen IrelandIreland sempat diyakini akan menjadi pemain bintang di Premier League. Itu sebabnya tim papan tengah seperti Aston Villa berani menggaji pemain asal Republik Irlandia itu US$6,24 juta (setara Rp73,6 miliar) per tahun saat dibeli dari Manchester City pada 2010.Namun, pemain berkepala pelontos itu lebih banyak dipinjamkan ke Newcastle United danStoke City. Ireland pun akhirnya dilepas secara permanen ke Stoke, awal musim ini.

6. Nemanja Vidic

Dengan usia yang sudah menginjak 32 tahun dan permainan sudah menurun, Vidic dianggap sudah tidak pantas mendapat gaji US$9,3 juta (setara Rp109 miliar) per tahun diManchester United. Kondisi tersebut tampaknya yang membuat manajemen The Red Devils memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak sang kapten, akhir musim ini.

7. Joleon Lescott

Lescott mendapat gaji lebih dari US$8juta (setara Rp94 miliar) per tahun di Manchester City. Jumlah tersebut dianggap pantas diberikan kepada Lescott pada 2 tahun lalu. Musim ini, Lescott lebih sering duduk di bangku cadangan dan baru tampil di 8 pertandingan Premier League.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Kebangsaan West Papua, Hai tanah ku Papua (lirik)

Oleh: Moses Douw Hai tanah ku Papua, Kau tanah lahirku, Ku kasih akan dikau sehingga ajalku. Kukasih pasir putih Dipantaimu senang Dimana Lautan biru Berkilat dalam terang. Kukasih gunung-gunung Besar mulialah Dan awan yang melayang Keliling puncaknja. Kukasih dikau tanah Yang dengan buahmu Membayar kerajinan Dan pekerjaanku. Kukasih bunyi ombak Yang pukul pantaimu Nyanyian yang selalu Senangkan hatiku. Kukasih hutan-hutan Selimut tanahku Kusuka mengembara Dibawah naungmu. Syukur bagimu, Tuhan, Kau berikan tanahku Beri aku rajin djuga Sampaikan maksudMu. watching here   source: http://phaul-heger.blogspot.com/2012/02/lagu-kebangsaan-hai-tanahku-papua.html

Mob Papua : Nene vs Cucu

Nene dan cucu laki-laki duduk cerita-cerita : Cucu :  " Nene katanya laki dan perermpuan itu tdk boleh tidur sama-sama ka ? Nene : "  Iyo...to Bahaya skali Cucu  : " kenapa jadi ? Nene :" Karena dilarang agama kecuali dong 2 su nikah, nti kalu hamil bagaimana ? Cucu : " Oh..klu bapak dan mama tidak apa2...ee........klu begitu sya sekarang malas tidur lagi dengan nene. Nene : " Bah...knapa jdi ko sudah tdk mau tidur lagi dengan nene ? Cucu : " malas saja to....!!......nanti  nene ko hamil lagi........... hahahah...dilarang senyum2.../////????????.

Dilema Seorang Wanita Papua: Antara Garuda atau Cenderawasih

“Melelahkan”, itu kata yang saya ucapkan ketika seorang teman kampus saya bertanya pendapat saya tentang konflik di Papua. Pertanyaan tersebut saya pikir wajar terucap melihat tersebarnya berita kembali beraksinya OPM, atau yang selalu dibahasakan sebagai “Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)” yang dianggap merongrong kedaulatan Indonesia di Papua, dan ketika ada wanita Papua berada di jantung wilayah Indonesia, yaitu di Pulau Jawa, maka pertanyaan-pertanyaan mungkin akan muncul. Apakah di hati saya “merah-putih” atau “bintang kejora”? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Apakah saya merayakan 17 Agustus atau 1 Desember? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Memang tidak ada pertanyaan eksplisit mengenai hal tersebut, tapi pertanyaan-pertanyaan “menjurus” untuk mengetahui apa pilihan saya dalam konflik di Papua pernah dilontarkan beberapa teman saya. “Kau beruntung tidak lahir di daerah konflik” kata saya dalam hati bila ada pertanyaan yang “menjurus” ters...