Langsung ke konten utama

Pilkada 2018, Kapolres Mappi Kunjungi Panwaslu dan Harap Tercipta Sinergitas Yang Terbaik

5 Tanaman Paling Berbahaya di Dunia

plant-Monkshood (1)
Pernahkah kamu mendengar bahwa ada tanaman berbahaya yang bisa membunuh manusia? Yup, tanaman-tanaman seperti ini terlihat indah, namun pada kenyataannya, mereka justru bisa membahayakan nyawa manusia. Dikutip dari berjambang.blogspot.com berikut ini beberapa tanaman paling berbahaya di dunia yang harus kamu tahu :
Giant Ptcher Plant

Tanaman yang satu ini biasa disebut sebagai tanaman kendi raksasa. Tanaman ini bisa ditemukan di Filipina dengan bentuk yang mirip kendi. Tanaman ini memiliki nectar yang mampu membunuh siapa saja yang hinggap di atasnya. Dengan diameter sebesar 30 cm, tanaman ini pun mampu menelan seekor tikus yang terjebak di atasnya.
Castor Bean Plant

Tanaman yang satu ini bisa ditemui di berbagai taman karena keindahan warna dan bentuknya. Sayangnya, setiap orang atau makhluk hidup lain yang berada dekat tanaman ini harus sangat berhati-hati karena tanaman yang satu ini memiliki racun mematikan yang sampai saat ini belum ada yang berani melumpuhkannya.
Western Water Hemlock

Tanaman paling ebracun yang ada di Amerika Utara ini memiliki bentuk yang indah sehingga kita mungkin akan mudah terjebak untuk mendekatinya. Tanaman ini memiliki racun cicutoxin yang bisa membuat gangguan ketenangan, kehilangan kesadaran, dan rusaknya jaringan otot sampai akhirnya meninggal di dunia. Yang lebih mengejutkan lagi adalah tanaman ini masih satu family dnegan tanaman wortel.
White Snakeroot

Tanaman berbahaya yang satu ini pernah membunuh ibu presiden Abraham Lincoln karena ia meminum susu dari sapi perah yang sempat mengonsumsi White Snakeroot. Orang yang terkena racun ini tubuhnya akan bereaksi dengan tremetol dan alkohol jenuh sehingga menyebabkan kejang otot sampai akhirnya tewas. Rahasia bunga berbahaya ini baru ditemukan setelah abad ke-19.
Monkshood Plant

Tanaman indah yang berwarna ungu ini memiliki kandungan racun alkanoid aconite yang mampu membuat seseorang menderita sesak dada. Jadi, jangan pernah makan sedikit pun tanaman yang satu ini, ya!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Kebangsaan West Papua, Hai tanah ku Papua (lirik)

Oleh: Moses Douw Hai tanah ku Papua, Kau tanah lahirku, Ku kasih akan dikau sehingga ajalku. Kukasih pasir putih Dipantaimu senang Dimana Lautan biru Berkilat dalam terang. Kukasih gunung-gunung Besar mulialah Dan awan yang melayang Keliling puncaknja. Kukasih dikau tanah Yang dengan buahmu Membayar kerajinan Dan pekerjaanku. Kukasih bunyi ombak Yang pukul pantaimu Nyanyian yang selalu Senangkan hatiku. Kukasih hutan-hutan Selimut tanahku Kusuka mengembara Dibawah naungmu. Syukur bagimu, Tuhan, Kau berikan tanahku Beri aku rajin djuga Sampaikan maksudMu. watching here   source: http://phaul-heger.blogspot.com/2012/02/lagu-kebangsaan-hai-tanahku-papua.html

Mob Papua : Nene vs Cucu

Nene dan cucu laki-laki duduk cerita-cerita : Cucu :  " Nene katanya laki dan perermpuan itu tdk boleh tidur sama-sama ka ? Nene : "  Iyo...to Bahaya skali Cucu  : " kenapa jadi ? Nene :" Karena dilarang agama kecuali dong 2 su nikah, nti kalu hamil bagaimana ? Cucu : " Oh..klu bapak dan mama tidak apa2...ee........klu begitu sya sekarang malas tidur lagi dengan nene. Nene : " Bah...knapa jdi ko sudah tdk mau tidur lagi dengan nene ? Cucu : " malas saja to....!!......nanti  nene ko hamil lagi........... hahahah...dilarang senyum2.../////????????.

Dilema Seorang Wanita Papua: Antara Garuda atau Cenderawasih

“Melelahkan”, itu kata yang saya ucapkan ketika seorang teman kampus saya bertanya pendapat saya tentang konflik di Papua. Pertanyaan tersebut saya pikir wajar terucap melihat tersebarnya berita kembali beraksinya OPM, atau yang selalu dibahasakan sebagai “Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)” yang dianggap merongrong kedaulatan Indonesia di Papua, dan ketika ada wanita Papua berada di jantung wilayah Indonesia, yaitu di Pulau Jawa, maka pertanyaan-pertanyaan mungkin akan muncul. Apakah di hati saya “merah-putih” atau “bintang kejora”? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Apakah saya merayakan 17 Agustus atau 1 Desember? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Memang tidak ada pertanyaan eksplisit mengenai hal tersebut, tapi pertanyaan-pertanyaan “menjurus” untuk mengetahui apa pilihan saya dalam konflik di Papua pernah dilontarkan beberapa teman saya. “Kau beruntung tidak lahir di daerah konflik” kata saya dalam hati bila ada pertanyaan yang “menjurus” ters...