Langsung ke konten utama

Pilkada 2018, Kapolres Mappi Kunjungi Panwaslu dan Harap Tercipta Sinergitas Yang Terbaik

6 Tanda Kamu Kurang Tidur

kurang-tidur
Tidur sama pentingnya seperti makan untuk menjaga kelangsungan hidup Anda. Kurang tidur yang kronis dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi, obesitas, depresi, produksi hormon tidak teratur, sistem kekebalan tubuh yang lemah, kehilangan ingatan serta penurunan konsentrasi. Apakah kamu menghabiskan cukup waktu yang berkualitas untuk tidur? Lihatlah tanda-tanda di bawah ini.
  1. Kamu tidak lapar saat makan siang. Kurangnya tidur dapat membuat kamu terus-menerus ingin makan lebih banyak atau terus-menerus merasa seperti kamu tidak lapar. Kondisi kurang tidur mengganggu metabolisme kamu, ini alasan mengapa orang kehilangan atau menambah berat badan selama periode kurang tidur.
  2. Kamu telah melihat tiga situs Web berbeda dalam 5 menit terakhir dan memeriksa email kamu dua kali. Apakah kamu sedang menulis email cepat atau memecahkan persoalan yang sulit, kurang tidur dapat membuat Anda sulit berkonsentrasi.
  3. Kamu tidak dapat mengingat di mana kamu meletakkan kunci mobil. Otak kamu perlu tidur agar kembali segar dan beregenerasi. Tanpa itu, memori jangka pendek kamu mungkin akan terganggu. Tidur pada malam hari lebih baik daripada tidur di jam manapun.
  4. Kamu kesulitan bercakap-cakap. kamu mungkin punya waktu untuk bersosialisasi dengan kawan-kawan, tapi Anda akan sulit berkomunikasi bila kamu tidak tidur cukup.
  5. Kamu mengantuk saat mengemudi. Mata kamu mungkin terasa berat saat kamu menatap layar komputer atau terjebak dalam pertemuan kantor, tetapi jika Anda berjuang untuk tetap terjaga saat mengemudi, itu bukan berarti Anda bosan, tapi Anda membutuhkan lebih banyak tidur. Minuman berkafein, memasang musik keras-keras, atau membuka jendela dapat menyegarkan Anda sementara tetapi tidak akan membuat Anda tetap waspada.
  6. kamu merasa sakit. Perbaikan sistem kekebalan tubuh terjadi saat kamu tidur. Jadi selain mengonsumsi makanan yang dapat melawan flu, tidur setidaknya tujuh jam setiap malam agar kamu tetap sehat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Kebangsaan West Papua, Hai tanah ku Papua (lirik)

Oleh: Moses Douw Hai tanah ku Papua, Kau tanah lahirku, Ku kasih akan dikau sehingga ajalku. Kukasih pasir putih Dipantaimu senang Dimana Lautan biru Berkilat dalam terang. Kukasih gunung-gunung Besar mulialah Dan awan yang melayang Keliling puncaknja. Kukasih dikau tanah Yang dengan buahmu Membayar kerajinan Dan pekerjaanku. Kukasih bunyi ombak Yang pukul pantaimu Nyanyian yang selalu Senangkan hatiku. Kukasih hutan-hutan Selimut tanahku Kusuka mengembara Dibawah naungmu. Syukur bagimu, Tuhan, Kau berikan tanahku Beri aku rajin djuga Sampaikan maksudMu. watching here   source: http://phaul-heger.blogspot.com/2012/02/lagu-kebangsaan-hai-tanahku-papua.html

Mob Papua : Nene vs Cucu

Nene dan cucu laki-laki duduk cerita-cerita : Cucu :  " Nene katanya laki dan perermpuan itu tdk boleh tidur sama-sama ka ? Nene : "  Iyo...to Bahaya skali Cucu  : " kenapa jadi ? Nene :" Karena dilarang agama kecuali dong 2 su nikah, nti kalu hamil bagaimana ? Cucu : " Oh..klu bapak dan mama tidak apa2...ee........klu begitu sya sekarang malas tidur lagi dengan nene. Nene : " Bah...knapa jdi ko sudah tdk mau tidur lagi dengan nene ? Cucu : " malas saja to....!!......nanti  nene ko hamil lagi........... hahahah...dilarang senyum2.../////????????.

Dilema Seorang Wanita Papua: Antara Garuda atau Cenderawasih

“Melelahkan”, itu kata yang saya ucapkan ketika seorang teman kampus saya bertanya pendapat saya tentang konflik di Papua. Pertanyaan tersebut saya pikir wajar terucap melihat tersebarnya berita kembali beraksinya OPM, atau yang selalu dibahasakan sebagai “Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)” yang dianggap merongrong kedaulatan Indonesia di Papua, dan ketika ada wanita Papua berada di jantung wilayah Indonesia, yaitu di Pulau Jawa, maka pertanyaan-pertanyaan mungkin akan muncul. Apakah di hati saya “merah-putih” atau “bintang kejora”? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Apakah saya merayakan 17 Agustus atau 1 Desember? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Memang tidak ada pertanyaan eksplisit mengenai hal tersebut, tapi pertanyaan-pertanyaan “menjurus” untuk mengetahui apa pilihan saya dalam konflik di Papua pernah dilontarkan beberapa teman saya. “Kau beruntung tidak lahir di daerah konflik” kata saya dalam hati bila ada pertanyaan yang “menjurus” ters...