Langsung ke konten utama

Pilkada 2018, Kapolres Mappi Kunjungi Panwaslu dan Harap Tercipta Sinergitas Yang Terbaik

5 Tempat Penuh Kuman Ini Paling Jarang Di Bersihkan

membersihkan-jendela-rumah
Menjaga kebersihan itu sangat penting untuk dilakukan agar kita terhindar dari kuman-kuman penyakit. Namun, masih banyak orang yang belum menyadari bahwa tempat-tempat yang berikut ini adalah tempat yang penuh kuman dan jarang dibersihkan. Oleh karena itu, perlu kamu ketahui tempat-tempat yang penuh kuman, seperti yang berikut ini dikutip dari.
1. Mesin CuciMesin cuci merupakan tempat yang jarang dibersihkan oleh orang-orang, sebab mereka berfikir mesin cuci adalah tempat untuk membersihkan baju dari kotoran dan kuman. Tapi jangan salah ya, mesin cuci juga bisa menjadi sarang kuman loh, jadi jangan lupa untuk membersihkan mesin cuci kami saat diwaktu luang.
2. Langit-langit rumahLangit-langit rumah merupakan tempat yang penuh kuman dan tempat bersarangnya laba-laba. Namun, tempat ini jarang sekali dibersihkan, oleh karena itu, jangan lupa untuk membersihkan langit langit rumah saat kamu membersihkan rumah.
3. Tutup toiletBanyak orang yang membersihkan toilet karena mereka tahu bahwa toilet merupakan tempat yang penuh dengan kuman. Namun, sering kali mereka lupa untuk membersihkan tutup toilet. Padahal tutup toilet juga termasuk tempat yang penuh dengan kuman.
4. Remote TelevisiRemote televisi juga merupakan tempat yang penuh dengan kuman. Kamu bisa membersihkannya dengan cara melepas baterai remote tersebut lalu mengelapnya dengan air alkohol, kemudian keringkan dengan handuk yang lembut.
5. Saklar LampuSaklar lampu juga termasuk tempat yang penuh dengan kuman, namun, orang orang belum sadar untuk membersihkannya. Oleh karena itu, cobalah untuk membersihkan saklar-saklar lampu saat kamu membersihkan rumah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Kebangsaan West Papua, Hai tanah ku Papua (lirik)

Oleh: Moses Douw Hai tanah ku Papua, Kau tanah lahirku, Ku kasih akan dikau sehingga ajalku. Kukasih pasir putih Dipantaimu senang Dimana Lautan biru Berkilat dalam terang. Kukasih gunung-gunung Besar mulialah Dan awan yang melayang Keliling puncaknja. Kukasih dikau tanah Yang dengan buahmu Membayar kerajinan Dan pekerjaanku. Kukasih bunyi ombak Yang pukul pantaimu Nyanyian yang selalu Senangkan hatiku. Kukasih hutan-hutan Selimut tanahku Kusuka mengembara Dibawah naungmu. Syukur bagimu, Tuhan, Kau berikan tanahku Beri aku rajin djuga Sampaikan maksudMu. watching here   source: http://phaul-heger.blogspot.com/2012/02/lagu-kebangsaan-hai-tanahku-papua.html

Mob Papua : Nene vs Cucu

Nene dan cucu laki-laki duduk cerita-cerita : Cucu :  " Nene katanya laki dan perermpuan itu tdk boleh tidur sama-sama ka ? Nene : "  Iyo...to Bahaya skali Cucu  : " kenapa jadi ? Nene :" Karena dilarang agama kecuali dong 2 su nikah, nti kalu hamil bagaimana ? Cucu : " Oh..klu bapak dan mama tidak apa2...ee........klu begitu sya sekarang malas tidur lagi dengan nene. Nene : " Bah...knapa jdi ko sudah tdk mau tidur lagi dengan nene ? Cucu : " malas saja to....!!......nanti  nene ko hamil lagi........... hahahah...dilarang senyum2.../////????????.

Dilema Seorang Wanita Papua: Antara Garuda atau Cenderawasih

“Melelahkan”, itu kata yang saya ucapkan ketika seorang teman kampus saya bertanya pendapat saya tentang konflik di Papua. Pertanyaan tersebut saya pikir wajar terucap melihat tersebarnya berita kembali beraksinya OPM, atau yang selalu dibahasakan sebagai “Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)” yang dianggap merongrong kedaulatan Indonesia di Papua, dan ketika ada wanita Papua berada di jantung wilayah Indonesia, yaitu di Pulau Jawa, maka pertanyaan-pertanyaan mungkin akan muncul. Apakah di hati saya “merah-putih” atau “bintang kejora”? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Apakah saya merayakan 17 Agustus atau 1 Desember? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Memang tidak ada pertanyaan eksplisit mengenai hal tersebut, tapi pertanyaan-pertanyaan “menjurus” untuk mengetahui apa pilihan saya dalam konflik di Papua pernah dilontarkan beberapa teman saya. “Kau beruntung tidak lahir di daerah konflik” kata saya dalam hati bila ada pertanyaan yang “menjurus” ters...