Langsung ke konten utama

Pilkada 2018, Kapolres Mappi Kunjungi Panwaslu dan Harap Tercipta Sinergitas Yang Terbaik

5 Manusia Paling Aneh di Abad 19


Berikut ini ada beberapa manusia yang hidup dari abad ke 19 yang mengalami kelainan fisik sangat aneh. Berikut penjelasannya.
1. Gadis Kaki Unta
Gadis ini bernama Ella Harper, sejak lahir Ella mengalami kelainan ligamen lutut yang lemah, sehingga kakinya membengkok ke arah belakang. Karena kelainan fisik ini lah Ella di kenal dengan Camel Girl atau gadis unta.

2. Kaki Super Besar
Gadis ini bernama Fannie Mills, Fannie menderita Milroy disease yang menyebabkan kaki tumbuh sangat besar. Sehingga Fannie di kenal dengan julukan Gadis Berkaki Raksasa dari Ohio dan kemudian Fannie meninggal pada umur 39 tahun pada tahun 1899.

3. Manusia Singa
Pria asal Polandia ini mengalami penyakit langka, seluruh wajahnya ditumbuhi rambut yang sangat lebat layaknya seperti singa. Pria ini bernama Stephan Bibrowski.

4. Mignon Si Penguin
Gadis yang bernama Mignon ini mengalami kelainan fisik yang disebut sebagai phocomelia, dimana bagian kaki dan tangan mengecil dan membuat jari-jari tangannya menjadi satu, dan kakinya pun berbentuk menyerupai sirip. Oleh karena itu lahh ia di juluki Mignon Si Penguin.

5. Maurice ‘Shrek’ Tillet

Ternyata karakter Shrek terinspirasi dari pria yang bernama Maurice Tillet. Pria asal Perancis ini mengalami acromegaly. Nah, itu lah dia kelima manusia yang mengalami kelainan pada abad ke 19, dan mereka hanya bisa pasrah saat itu, karena pada abad ke 19 belum ada medis yang canggih untuk menangani penyakit mereka.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Kebangsaan West Papua, Hai tanah ku Papua (lirik)

Oleh: Moses Douw Hai tanah ku Papua, Kau tanah lahirku, Ku kasih akan dikau sehingga ajalku. Kukasih pasir putih Dipantaimu senang Dimana Lautan biru Berkilat dalam terang. Kukasih gunung-gunung Besar mulialah Dan awan yang melayang Keliling puncaknja. Kukasih dikau tanah Yang dengan buahmu Membayar kerajinan Dan pekerjaanku. Kukasih bunyi ombak Yang pukul pantaimu Nyanyian yang selalu Senangkan hatiku. Kukasih hutan-hutan Selimut tanahku Kusuka mengembara Dibawah naungmu. Syukur bagimu, Tuhan, Kau berikan tanahku Beri aku rajin djuga Sampaikan maksudMu. watching here   source: http://phaul-heger.blogspot.com/2012/02/lagu-kebangsaan-hai-tanahku-papua.html

Mob Papua : Nene vs Cucu

Nene dan cucu laki-laki duduk cerita-cerita : Cucu :  " Nene katanya laki dan perermpuan itu tdk boleh tidur sama-sama ka ? Nene : "  Iyo...to Bahaya skali Cucu  : " kenapa jadi ? Nene :" Karena dilarang agama kecuali dong 2 su nikah, nti kalu hamil bagaimana ? Cucu : " Oh..klu bapak dan mama tidak apa2...ee........klu begitu sya sekarang malas tidur lagi dengan nene. Nene : " Bah...knapa jdi ko sudah tdk mau tidur lagi dengan nene ? Cucu : " malas saja to....!!......nanti  nene ko hamil lagi........... hahahah...dilarang senyum2.../////????????.

Dilema Seorang Wanita Papua: Antara Garuda atau Cenderawasih

“Melelahkan”, itu kata yang saya ucapkan ketika seorang teman kampus saya bertanya pendapat saya tentang konflik di Papua. Pertanyaan tersebut saya pikir wajar terucap melihat tersebarnya berita kembali beraksinya OPM, atau yang selalu dibahasakan sebagai “Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)” yang dianggap merongrong kedaulatan Indonesia di Papua, dan ketika ada wanita Papua berada di jantung wilayah Indonesia, yaitu di Pulau Jawa, maka pertanyaan-pertanyaan mungkin akan muncul. Apakah di hati saya “merah-putih” atau “bintang kejora”? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Apakah saya merayakan 17 Agustus atau 1 Desember? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Memang tidak ada pertanyaan eksplisit mengenai hal tersebut, tapi pertanyaan-pertanyaan “menjurus” untuk mengetahui apa pilihan saya dalam konflik di Papua pernah dilontarkan beberapa teman saya. “Kau beruntung tidak lahir di daerah konflik” kata saya dalam hati bila ada pertanyaan yang “menjurus” ters...