Langsung ke konten utama

Pilkada 2018, Kapolres Mappi Kunjungi Panwaslu dan Harap Tercipta Sinergitas Yang Terbaik

YUDAS YANG PANGARUH

Ada pace ganteng satu nama Yudas, biasa mejeng-mejeng di lapangan parkir PCT Entrop begini dia ada kenalan dengan cewe satu nama Tince.

Setelah kenalan, Pace Yudas ni biasa ajak Tince jalan-jalan dengan dia pu motor Kawasaki hijo, antar pulang pergi dari kost ke kampus setiap hari.

Satu kali begini, pas malam minggu Yudas bilang sama Tince.

Yudas : "Ade Tince... kalo ko mau untuk tonk dua pu hubungan tetap berjalan dan tidak sampe di sini, besok ko pergi ibadah di gereja, doakan tonk dua pu hubungan eh..!?!"

Besoknya, Tince ke gereja, dia duduk dibangku paling depan dengan muka berseri-seri.

Begini hari itu bapa pendeta ada khotbah tentang dosa penghianatan.

Pendeta : "Jemaat sekalian jangan ada yang seperti Yudas, Yudas itu penghianat dan pengecut, dia telah tega menjual Tuhan Yesus akibat rayuan duniawi..."

Karna Tince ni masih terngiang-ngiang dengan ketampanan Yudas, cowo yang satu minggu ini sama-sama dengan dia, jadi dia rasa tersinggung.

Tiba-tiba dia berdiri, baru bilang ke pendeta dengan nada tinggi : "ADUUHHH TIDAK EE...!!! YUDAS YANG PANGARUH KHAAAAAAAA!!!!!! "

Jemaat dong hening....




 

Disampaikan oleh Kombrof

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Kebangsaan West Papua, Hai tanah ku Papua (lirik)

Oleh: Moses Douw Hai tanah ku Papua, Kau tanah lahirku, Ku kasih akan dikau sehingga ajalku. Kukasih pasir putih Dipantaimu senang Dimana Lautan biru Berkilat dalam terang. Kukasih gunung-gunung Besar mulialah Dan awan yang melayang Keliling puncaknja. Kukasih dikau tanah Yang dengan buahmu Membayar kerajinan Dan pekerjaanku. Kukasih bunyi ombak Yang pukul pantaimu Nyanyian yang selalu Senangkan hatiku. Kukasih hutan-hutan Selimut tanahku Kusuka mengembara Dibawah naungmu. Syukur bagimu, Tuhan, Kau berikan tanahku Beri aku rajin djuga Sampaikan maksudMu. watching here   source: http://phaul-heger.blogspot.com/2012/02/lagu-kebangsaan-hai-tanahku-papua.html

Mob Papua : Nene vs Cucu

Nene dan cucu laki-laki duduk cerita-cerita : Cucu :  " Nene katanya laki dan perermpuan itu tdk boleh tidur sama-sama ka ? Nene : "  Iyo...to Bahaya skali Cucu  : " kenapa jadi ? Nene :" Karena dilarang agama kecuali dong 2 su nikah, nti kalu hamil bagaimana ? Cucu : " Oh..klu bapak dan mama tidak apa2...ee........klu begitu sya sekarang malas tidur lagi dengan nene. Nene : " Bah...knapa jdi ko sudah tdk mau tidur lagi dengan nene ? Cucu : " malas saja to....!!......nanti  nene ko hamil lagi........... hahahah...dilarang senyum2.../////????????.

Dilema Seorang Wanita Papua: Antara Garuda atau Cenderawasih

“Melelahkan”, itu kata yang saya ucapkan ketika seorang teman kampus saya bertanya pendapat saya tentang konflik di Papua. Pertanyaan tersebut saya pikir wajar terucap melihat tersebarnya berita kembali beraksinya OPM, atau yang selalu dibahasakan sebagai “Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)” yang dianggap merongrong kedaulatan Indonesia di Papua, dan ketika ada wanita Papua berada di jantung wilayah Indonesia, yaitu di Pulau Jawa, maka pertanyaan-pertanyaan mungkin akan muncul. Apakah di hati saya “merah-putih” atau “bintang kejora”? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Apakah saya merayakan 17 Agustus atau 1 Desember? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Memang tidak ada pertanyaan eksplisit mengenai hal tersebut, tapi pertanyaan-pertanyaan “menjurus” untuk mengetahui apa pilihan saya dalam konflik di Papua pernah dilontarkan beberapa teman saya. “Kau beruntung tidak lahir di daerah konflik” kata saya dalam hati bila ada pertanyaan yang “menjurus” ters...